Langsung ke konten utama

Teori Kompensasi, Motivasi, dan Kinerja Karyawan

Setiap Manusia mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi. Beberapa Manusia memilih bekerja di suatu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Perusahaan memiliki asset terpenting yaitu Karyawan, yang dimana adalah Manusia.
Menurut Abraham Maslow, Setiap manusia mempunyai needs (kebutuhan, dorongan, intrinsic dan extrinsic factor), yang pemunculannya sangat tergantung dari kepentingan individu.
Karyawan memegang peranan penting karena karyawan menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam suatu perusahaan untuk melakukan strategi langkah kegiatan operasional. Keberadaan manajemen sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan/lembaga dalam mengelola, mengatur, mengurus, dan menggunakan sumber daya manusia sehingga dapat berfungsi secara produktif, efektif, dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Karyawan yang melaksanakan kinerjanya secara efektif dan efisien hasilnya dapat meningkatan prestasi kerja perusahaan sehingga tujuan perusahaan yang telah ditetapkan akan tercapai. 
Menurut Mangkunegara (2004:67), “kinerja adalah hasil kerja secara kualititas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan”.

Salah satu pendorong kinerja seorang karyawan adalah adanya balas jasa antara karyawan dengan perusahaan, contohnya adanya kompensasi yang diberikan dapat berupa gaji dan fasilitas yang disediakan perusahaan. 
Menurut Sastrohadiwiryo (2003:181) “kompensasi adalah imbalan jasa / balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja karena tenaga kerja tersebut telah memberikan sumbangan tenaga dan pikiran demi kemajuan perusahaan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.
Maka agar terciptanya kinerja yang diharapkan, dibutuhkan kompensasi dan motivasi untuk meningkatkan kinerja seorang karyawan. 

Komentar